Atas alasan keamanan dan kestabilan Web, beberapa waktu lalu kami telah menghapus fasilitas komentar ataupun beberapa fitur lainnya dari web ini. Dengan penghapusan fasilitas tersebut banyak email para pengunjung naturindonesia.com yang masuk pada kami untuk meminta sarana yang pernah ada bisa difungsikan kembali. Inti dari permintaan adalah agar “informasi tidak bersifat satu arah dan antara para pengunjung bisa saling bertukar pendapat serta pengalaman”, khususnya tentang hal-hal yang berhubungan dengan penyakit kanker.
Karena secara teknis kami belum bisa mengatasi kendala yang ada, maka sebagai jalan keluar kami telah membuka akun di facebook untuk menfasilitasi permintaan di atas dengan nama Komunitas Peduli Kanker. Dengan demikian para pengunjung naturindonesia.com atau bahkan pengguna facebook bisa saling bertukar pendapat dan informasi baik secara umum atau hal-hal khusus yang sifatnya terbuka maupun tertutup yang akan disampaikan langsung kepada kami.
Tanaman Keladi Tikus
Keladi Tikus - Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.
Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Pada penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan berkurangnya nafsu makan.
Keladi Tikus - Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.









Kanker colorectal berasal dari jaringan kolon (bagian terpanjang di usus besar) atau jaringan rektum (beberapa inci terakhir di usus besar sebelum anus). Sebagian besar kanker colorectal adalah adenocarcinoma (kanker yang dimulai di sel-sel yang membuat serta melepaskan lendir dan cairan lainnya)
Kanker Payudara merupakan penyebab kematian terbesar kedua bagi wanita saat ini. Di Singapura, hampir setiap 1 dari 20 wanita didiagnosa mengidap kanker payudara dalam hidupnya. Wanita etnis Cina mempunyai risiko yang lebih tinggi daripada wanita etnis Melayu atau India, sebesar 10-20%. Insiden yang tertinggi berada dalam kelompok usia 55 - 59 tahun. Risiko kanker payudara semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia. 
Merupakan kanker yang terdapat pada nasopharing, berada di antara belakang hidung dan esofagus. Kanker ini merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan kanker nasopharing, kemudian diikuti oleh tumor ganas hidung dan sinus paranasal (18%), laring (16%), dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, hipofaring dalam prosentase rendah. Pada banyak kasus, nasopharing carsinoma banyak terdapat di negara ras mongoloid, khususnya Cina Selatan. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat di negara lain, seperti di Yunani, Afrika bagian Utara seperti Aljazair dan Tunisia, orang Eskimo. Di Indonesia, kanker ini lebih banyak menyerang keturunan tionghoa dibanding suku lainnya. Kanker ini lebih banyak dijumpai pada pria daripada wanita.

