naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Keladi Tikus

Views : 1427



Keladi Tikus - Rodent Tuber mmempunyai nama latin Typhonium Flagelliforme merupakan tanaman obat. Dalam bahasa Cina Keladi Tikus disebut Lioshu Yu. Sedangkan di Indonesia penyebutan tanaman ini sangat beragam. Di sebagian daerah di pulau Jawa misalnya, Keladi Tikus sering disebut dengan Talas Kunting.

Keladi Tikus mengandung zat yang dapat mengaktifkan fungsi sel darah dengan memproduksi mediator, sehingga merangsang dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Di Malaysia Keladi Tikus dipakai sebagai obat penyembuh penyakit kanker yang penggunaannya disarankan dilakukan berdampingan dengan pengobatan medis seperti kemoterapi (chemotherapy) atau radioterapi (radiotherapy). Pada penderita kanker stadium lanjut penggunaan sari Keladi Tikus telah menunjukkan hasil yang sangat positip. Keladi Tikus dapat mengatasi efek sampingan dari chemotheraphy, seperti rambut rontok, mual, perasaan tidak nyaman dan berkurangnya nafsu makan.


Komentar Cetak Kirim ke teman Selanjutnya
 
Kanker Colorectal

Views : 467

Apakah Kanker Colorectal itu?

Kanker colorectal berasal dari jaringan kolon (bagian terpanjang di usus besar) atau jaringan rektum (beberapa inci terakhir di usus besar sebelum anus). Sebagian besar kanker colorectal adalah adenocarcinoma (kanker yang dimulai di sel-sel yang membuat serta melepaskan lendir dan cairan lainnya)

Komentar Cetak Kirim ke teman Selanjutnya
 
Melihat Penyakit dari Perubahan Telapak Tangan

Views : 838


Telapak tangan berbintik-bintik-- Peredaran darah kurang baik
.

Jika tidak cepat diobati bisa menimbuklkan bermacam-macam penyakit.
Cara pengobatan yang terbaik untuk melancarkan peredaran darahnya ialah dengan berolah raga tolak angkat (push up)
   

Komentar Cetak Kirim ke teman Selanjutnya
 
Kanker Payudara

Views : 380

Seberapa seringkah Kanker Payudara?

Kanker Payudara merupakan penyebab kematian terbesar kedua bagi wanita saat ini. Di Singapura, hampir setiap 1 dari 20 wanita didiagnosa mengidap kanker payudara dalam hidupnya. Wanita etnis Cina mempunyai risiko yang lebih tinggi daripada wanita etnis Melayu atau India, sebesar 10-20%. Insiden yang tertinggi berada dalam kelompok usia 55 - 59 tahun. Risiko kanker payudara semakin tinggi seiring dengan bertambahnya usia.

Komentar Cetak Kirim ke teman Selanjutnya
 
Kanker Nasofaring: Kenali, Hindari dan Obati!

Views : 358

Merupakan kanker yang terdapat pada nasopharing, berada di antara belakang hidung dan esofagus. Kanker ini merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Hampir 60% tumor ganas kepala dan leher merupakan kanker nasopharing, kemudian diikuti oleh tumor ganas hidung dan sinus paranasal (18%), laring (16%), dan tumor ganas rongga mulut, tonsil, hipofaring dalam prosentase rendah. Pada banyak kasus, nasopharing carsinoma banyak terdapat di negara ras mongoloid, khususnya Cina Selatan. Namun tidak menutup kemungkinan terdapat di negara lain, seperti di Yunani, Afrika bagian Utara seperti Aljazair dan Tunisia, orang Eskimo. Di Indonesia, kanker ini lebih banyak menyerang keturunan tionghoa dibanding suku lainnya. Kanker ini lebih banyak dijumpai pada pria daripada wanita.

Komentar Cetak Kirim ke teman Selanjutnya

 

Tamu saat ini

Kami memiliki 4 Tamu online

Bagaimana Menurut Anda

Untuk penyakit degeneratif yang kronis, metode pengobatan apa yang terbaik menurut Anda?
 

Sponsor

Baner

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker