naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Benarkah "Antiperspirant" Tak Sebabkan Kanker Payudara

antiperspirantSampai saat ini masih terjadi perdebatan di kalangan ahli medis, apakah benar deodoran yang mengandung antiperspirant (antikeringat) menjadi penyebab kanker payudara. Ahli yang menyokong pendapat ini berdasar pada penelitian pada tahun 1990-an yang menyebutkan senyawa aluminium yang jamak ditemui dalam deodoran, bisa mengakibatkan kerusakan DNA yang ujung-ujungnya menimbulkan penyakit kanker payudara.

Namun yang tidak sependapat, seperti Dr Chris Flowers, Direktur Umum Asosiasi Perusahaan Kosmetik dan Parfum, Inggris, mengatakan, kaitan antara deodoran dan antiperspirant dengan kanker tidak beralasan. Zat ini sudah digunakan secara luas lebih dari 50 tahun, tidak hanya pada produk deodoran saja. Data menunjukkan, senyawa ini aman digunakan. Sebagai contoh, kanker payudara jarang ditemui di kalangan wanita Jepang yang tinggal di Jepang. Tetapi, wanita Jepang yang tinggal di Amerika dan mengonsumsi makanan ala Amerika, terkena kanker payudara sama seperti rata-rata wanita Amerika. Padahal, senyawa antiperspirant digunakan secara luas baik di Jepang maupun Amerika.

Jadi, kosmetik bukanlah faktor risiko yang signifikan. Makanan yang dikonsumsi justru lebih berperan besar dalam memicu timbulnya kanker.

"Antiperspirant" Tak Sebabkan Kanker Payudara

Selama ini muncul perdebatan, apakah benar deodoran yang mengandung antiperspirant (antikeringat) menjadi penyebab kanker payudara. Ahli yang menyokong pendapat ini berdasar pada penelitian pada tahun 1990-an yang menyebutkan senyawa aluminium yang jamak ditemui dalam deodoran, bisa mengakibatkan kerusakan DNA yang ujung-ujungnya menimbulkan penyakit kanker payudara.

Namun ada juga ahli yang tidak sependapat, seperti Dr Chris Flowers, Direktur Umum Asosiasi Perusahaan Kosmetik dan Parfum, Inggris. Ia mengatakan, kaitan antara deodoran dan antiperspirant dengan kanker tidak beralasan. Zat ini sudah digunakan secara luas lebih dari 50 tahun, tidak hanya pada produk deodoran saja. Data menunjukkan, senyawa ini aman digunakan.

Informasi yang saling bertentangan ini tentu membingungkan Anda. Tetapi, baru-baru ini American Cancer Society menyatakan tidak ingin lagi memperpanjang rumor tersebut. Ada lima pernyataan yang mereka keluarkan mengenai produk antiperspirant, yaitu tidak benar bahwa:

1. Antiperspirant meningkatkan risiko kanker payudara.
2. Mengoleskan antiperspirant langsung setelah mencukur bulu ketiak membuat bahan kimia lebih mudah memasuki tubuh, dan meningkatkan risiko kanker payudara.
3. Kandungan paraben dalam antiperspirant menyebabkan penyakit.
4. Antiperspirant mencegah racun-racun penyebab kanker keluar melalui kelenjar getah bening, sehingga racun-racun tersebut menumpuk dalam jaringan payudara.
5. Pria cenderung tidak akan terkena kanker payudara karena bahan deodoran ini biasanya tersangkut di bulu ketiak mereka, sehingga tidak diserap oleh kulit.

American Cancer Society juga menyertakan sejumlah studi untuk mendukung pernyataannya ini.

 

Sumber: kompas.com

 

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta