naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Tak Perlu Operasi

MENDENGAR kata kanker mungkin yang berada di benak kita adalah penyakit yang sangat sulit disembuhkan dan belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Ini memang ada benarnya, namun seperti kebanyakan kanker pada umumnya, kanker nasofaring bisa disembuhkan bila diketahui sejak dini. Kanker nasofaring dapat ditangani dengan menjalani terapi dan penyinaran,  tergantung stadiumnya.  

Pencegahan kanker nasofaring, sebagaimana jenis kanker lainnya, dapat dilakukan dengan cara membiasakan hidup bersih. Rumah selalu mempunyai saluran udara atau ventilasi. Minimalisasikan pembakaran dupa dan obat nyamuk bakar di dalam rumah, karena hal ini diduga menimbulkan risiko kanker nasofaring.

Dr Budianto Komari, Sp THT, mengatakan, kanker nasofaring bersifat radiosensitif. Penanganannya selain menghindari asap, makanan asin, dan makan yang diawetkan, penanganannya juga dapat dilakukan dengan penyinaran, kemoterapi dan pemberian obat kanker. Menurut Budianto, tindakan operasi jarang diperlukan, apalagi secara anatomis rongga nasofaring sulit dijangkau dan sangat berdekatan dengan struktur vital seperti dasar tengkorak, otak, mata, dan arteri besar (karotis interna).

“Memang dalam pemberian penyinaran, kemoterapi dan obat-obatan bisa menimbulkan permasalahan tersendiri, yakni misalnya penderita akan mengalami mual, demam, sariawan, dan muntah,” kata Budianto.

Budianto menerangkan, dalam menjalani pengobatan menggunakan penyinaran dibutuhkan sebanyak 31 hingga 35 kali proses selama satu setengah bulan. Sedangkan jika menjalani pengobatan melalui kemoterapi dibutuhkan enam kali proses tiap harinya.

Mengenai biaya, menurut Budianto, pengobatan dengan menjalani kemoterapi kurang lebih dibutuhkan biaya sekitar Rp6 juta per seri. “Pengobatan melalui kemoterapi merupakan alternatif penyembuhan dengan biaya murah, namun penyembuhan tersebut harus disertai dengan obat pelengkap yang juga harus dibeli pasien,” ujar Budianto. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan menggunakan penyinaran adalah kurang lebih Rp15 juta per paketnya.

Infeksi dari virus Epstein barr memegang peranan penting dalam timbulnya kanker nasofaring ini. Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh dan tetap tinggal di orofaring, nasofaring, kelenjar parotis, dan kelenjar ludah tanpa menimbulkan gejala.

Pemeriksaan CT Scan dan MRI juga sangat membantu dalam mendiagnosis dini kanker nasofaring. Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui perluasan kanker dan penentuan stadium oleh dokter.

 

Sumber: jurnalnasional.com

 Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya
keladi tikus
 

Keladi  Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem  pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker,  menghambat pertumbuhan sel  kanker termasuk melawan duplikasi sel  ganas, mereduksi  radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb).

Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti  lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus).  Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar). Minumlah kapsul keladi tikus hanya bila tidak sempat membuat jus-nya saja. Selain itu keladi tikus tidak bisa dibuat jamu godog karena efektifitasnya akan turun drastic (hilang). Anda juga bisa budidaya sendiri dengan mudah

 

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta