Kulitnya berwarna merah dan beberapa putih, bentuknya bulat lonjong dan bersisik seperti ular. Dari situlah mungkin kemudian dinamakan buah naga atau di dunia internasional dikenal dengan nama dragon fruit. Campuran antara rasa manis dan asam membuat buah ini mempunyai rasa yang khas dan unik, selain warna merah tuanya yang akan selalu membekas ketika dimakan.
Buah kategori fancy fruit ini --sekelas dengan kiwi dan peach-- ternyata terdiri dari empat jenis yakni buah naga kulit merah daging putih (Hylocereus undatus), kulit merah daging merah (Hylocereus polyrhizus), super red yang mendekati warna ungu (Hylocereus costaricensis), dan kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus).
Di DIY, buah ini tidak bisa sembarang tumbuh dan dibudidyakan. Tercatat hanya di Kabupaten Kulon Progo dan sebagian di Kabupatan Sleman. Selain sebagai oleh-oleh, buah dari jenis kaktus ini ternyata dipercaya mampu menyembuhkan sejumlah penyakit.
"Buah ini banyak menarik masyarakat khususnya wisatawan dari luar Kulon Progo untuk sekadar oleh-oleh maupun sebagai obat untuk meningkatkan stamina dan menyembuhkan sejumlah penyakit," kata Manager Umum Kebun Agrowisata Kusumo Wanadri, Edi Purwanto kepada GudegNet beberapa waktu lalu.
Dari sejumlah sumber, buah naga mengandung sejumlah nutrisi seperti vitamin C, kalsium, magnesium, fosfor, serat, protein, asam, karbohidrat, dan anti oksidan. Dari kandungan tersebut, penyakit seperti asam urat, kolesterol, osteoporosis, bahkan sejumlah penyakit kanker dapat dicegah.
Menurut Edi, buah naga pertamakali masuk ke ke Indonesia pada sekitar tahun 1977 di Jawa Timur. Untuk pembudidayaan di sekitar Pantai Glagah, tepatnya di Dusun Bebekan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo baru dimulai pada tahun 2003 oleh rohaniwan Romo Paulus Tribata Budiharjo.
Pada area sekira 3 hektar milik Paku Alam atau Paku Alam Ground itu dihasilkan sejumlah produk yang tak hanya berupa buah naga saja, tapi juga berupa bunga roselle, dan beberapa produk jamu herbal yang oleh beberapa orang dipercaya mempunyai khasiat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit.
Diambil dari: gudeg.net - Joko Widiyarso



