naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Baner

Brotowali

 Dun Afrika Selatan

(Tinospora crispa (L.) Miers.hen jin t)Brotowali - tanaman obat untuk diabetes

 

Sinonim :
Tinospora rumphii, Boerl. T. tuberculata Beumee. Cocculus crispus, DC. Menispermum verrucosum. M.crispum, Linn. M.tuberculatum, Lamk.

 

Familia :
Menispermaceae

 

Uraian :
Tumbuhan liar di hutan, ladang atau ditanam dihalaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 - 12 cm, lebar 5 - 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Diperbanyak dengan stek.

 

Nama Lokal :
Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China).;

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik, Demam, Nafsu makan, Kencing manis;

 

Pemanfaatan :

 

BAGIAN YANG DIPAKAI : Batang.

 

KEGUNAAN :

1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar.

2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning.

3. Kencing manis.

 

PEMAKAIAN : 10 - 15 gr ,  rebus , minum.

 

PEMAKAIAN LUAR   : Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka.

 

CARA PEMAKAIAN  :

1. Rheumatik :

    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus

    dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas.  Setelah dingin

    disaring, ditambah madu secukupnya, minum.  Sehari 3 x 1/2 gelas.

 

2. Demam kuning (icteric)  :

    1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3

    gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu

    secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas. 

 

3. Demam :

    2 jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1

    gelas.  Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x

    1/2 gelas.

 

4. Kencing manis :

    1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4

    jari ± 6 cm batang brotowali dicuci dan dipotong-potong, direbus

    dengan 3 gelas air sampai menjadi 2 gelas. Diminum setelah makan,

    sehari 2 X 1 gelas.

 

5. Kudis (scabies) :

    3  jari batang brotowali, belerang sebesar kemiri, dicuci dan

    ditumbuk halus, diremas dengan minyak kelapa seperlunya. Dipakai

    untuk melumas kulit yang terserang kudis. Sehari 2 x.

 

6. Luka  :

    Daun brotowali ditumbuk halus, letakkan pada luka, diganti 2 x

    perhari.  Untuk mencuci luka, dipakai air rebusan batang brotowali.

 

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Pahit, sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian. KANDUNGAN KIMIA : Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.

 

Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya

Sangat Efektif untuk penyembuhan Kanker
Baner
Keladi Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker, menghambat pertumbuhan sel kanker termasuk melawan duplikasi sel ganas, mereduksi radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb). Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus). Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar). Minumlah kapsul keladi tikus hanya bila tidak sempat membuat jus-nya saja. Selain itu keladi tikus tidak bisa dibuat jamu godog karena efektifitasnya akan turun drastic (hilang). Anda juga bisa budidaya sendiri dengan mudah

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta