naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

 

 

Hati-hati dengan jus Mengkudu

"Fermentasi alkohol"

 

Sepengetahuan saya itu adalah ciri-ciri suatu produk fermentasi dan bila suatu buah difermentasi maka hasilnya adalah minuman beralkohol (alcoholic beverages) yang memabukkan. Berita informal yang sampai kemudian melegakan karena pemimpin rombongan haji itu curiga dengan jus yang ketika dibuka berbunyi dan mengeluarkan gas itu adalah minuman yang memabukkan, sehingga sang pemimpin tidak menganjurkan untuk membawa jus tersebut.

 

Secara kebetulan ada satu mahasiswa S2 bimbingan saya yang ingin meneliti mengkudu, setelah kami berdiskusi maka disepakati akan meneliti penyebab bau tidak enak pada mengkudu dan menerapkan teknologi agar baunya cukup enak akan tetapi khasiat mengkudu tetap terjaga. Sejak saat itu kami mulai mengumpulkan informasi mengenai mengkudu ini, baik dari literatur maupun dari lapang, kami mulai pula mengamati buah mengkudu dan jus mengkudu. Secara kebetulan pula saya diminta oleh suatu LSM untuk membantu mereka dalam penyediaan bibit pohon mengkudu. Masih kebetulan juga, belum lama ini di Jakarta ada seminar mengenai mengkudu dimana cukup banyak berbagai kalangan yang hadir, saya sendiri tidak hadir akan tetapi saya mengutus mahasiswa saya untuk mencari informasi di seminar tersebut.

 

Setelah seminar itu mahasiswa saya melapor bahwa ada seorang petani mengkudu dari Palembang yang ingin berkonsultasi ke saya mengenai pembuatan jus mengkudu, saya undang si petani ini ke kantor saya sambil membawa sampel jus mengkudu yang biasa dibuatnya. Sambil menunjukkan jus mengkudu produknya ke saya si petani ini menceritakan bagaimana jus itu dibuat.

 

Cerita itulah yang membuat saya terkaget-kaget kembali seperti pertama kali saya mendengar jus mengkudu yang mengeluarkan gas dan bunyi. Ternyata benar saja dugaan saya, pembuatannya melibatkan proses yang disebut dengan fermentasi spontan terhadap buah dimana buah dibiarkan begitu saja sampai mencair dan ini membutuhkan waktu paling tidak 1 - 3 bulan. Ada berbagai variasi pembuatannya akan tetapi intinya adalah fermentasi spontan.

 

Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika buah dibiarkan begitu saja di ruang terbuka, atau nira kelapa yang dibiarkan di ruang terbuka? Fermentasi alkohol!! Ya, itulah salah satu cara membuat minuman beralkohol yaitu memfermentasi secara spontan bahan pangan mengandung karbohidrat tinggi seperti buah-buahan. Jus yang menurut petani dibuat dengan cara fermentasi 3 bulan ini saya coba masukkan mulut, dirasa tetapi tidak ditelan lalu cepat-cepat dibuang dan mulut saya dicuci banyak-banyak. Apa yang terjadi?

 

Di mulut saja efeknya sudah terasa ke syaraf pusat, lalu saya coba baui, terasa sekali bau hasil fermentasi minuman beralkohol, alhamdulilah saya cukup hafal karena urusan bau membaui adalah pekerjaan sehari-hari saya karena memang salah satu expertisenya disitu. Masya Allah!, astagfirullah!, kasihan sekali petani ini dia tidak tahu apa yang diperbuatnya, lalu saya beritahu dia apa yang sesungguhnya yang telah dibuat itu dan saya sarankan untuk tidak membuat jus dengan cara seperti itu.

 

Selain itu saya minta si petani untuk membawa contoh-contoh lainnya yaitu buah mengkudu dan jus yang baru dua hari difermentasi. Saya juga meminta mahasiswa saya untuk membawa jus mengkudu yang tersedia di pasaran merek Indononi.

 

Besoknya saya periksa semua bahan-bahan ini, saya bandingkan pula bau jus yang baru difermentasi dua hari dengan yang tiga bulan juga bau jus mengkudu merek indononi, dibandingkan pula dengan bau buah mengkudu itu sendiri. Hasilnya semakin meyakinkan saya bahwa yang disebut jus itu sebetulnya adalah minuman beralkohol.

 

Setelah itu saya memberikan beberapa saran kepada petani agar tidak membuat jus dengan cara fermentasi (saya tidak tahu apakah saran saya dilaksanakan), lalu saya berdiskusi dengan mahasiswa saya agar juga menciptakan teknologi pembuatan jus mengkudu tanpa fermentasi karena jika melalui fermentasi maka hasilnya adalah minuman beralkohol yang jelas haramnya.

 

Beberapa hari kemudian saya minta mahasiswa saya yang nonmuslim untuk mencium jus mengkudu pemberian dari si petani dan merek indononi, dia memastikan saya bahwa itu adalah minuman beralkohol. Beberapa hari sesudahnya datang pula seorang pengusaha nonmuslim ke tempat saya untuk suatu urusan lalu sampai kami membicarakan mengkudu lalu kembali saya minta dia mengetes jus mengkudu yang saya miliki, kesimpulannya sama itu minuman beralkohol. Dia juga menjelaskan bahwa istrinya sakit darah tinggi dan sekarang sedang diobati dengan jus mengkudu yang berasal dari Hawaii yang harganya mahal (Rp. 1,6 juta per botol), nah menurut dia jus yang dari Hawaii ini betul-betul jus, bukan minuman beralkohol. Dia pernah mencoba minum jus mengkudu Indonesia, dia kaget karena mukanya merah dan terasa ada alkoholnya yang tinggi, kebetulan dia sendiri sensitif terhadap minuman beralkohol. Kesaksian ini memperkuat dugaan saya bahwa jus mengkudu yang saya miliki itu sebetulnya adalah minuman yang memabukkan.

 

Dari situ saya berniat untuk mengetes kadar alkohol dua jenis jus mengkudu tersebut. Belum sempat saya menguji kadar alkoholnya, datang lagi seorang nonmuslim pengusaha jus mengkudu datang ke tempat saya untuk berkonsultasi. Si pengusaha bercerita banyak mengenai cara pembuatan jus mengkudu selama ini yang semakin meyakinkan saya bahwa jus yang dibuat dengan cara itu adalah minuman beralkohol. Si pengusaha ini juga sebetulnya seorang dokter lulusan universitas Trisaksi, mulanya dia tidak mengira bahwa jus mengkudu itu adalah minuman beralkohol, tapi setelah saya jelaskan dia setuju dengan saya, bahkan sebetulnya dia sendiri sudah menguji kadar alkohol jus mengkudu yang dijualnya ke suatu lab, dan tahukah saudaraku berapa hasilnya? ternyata kadar alkohol jus mengkudu yang dia periksakan adalah 20% (dua puluh persen!!), astagfirullah, saya terhenyak, tinggi sekali, orang bisa teler kalau minum satu gelas saja, pantas baru di mulut saja syaraf pusat saya sudah terasa ditekan, nyeeeng begitu rasanya. Dia juga menjelaskan cara pembuatan jus mengkudu yang dibuat oleh salah seorang pengusaha di Bogor (sayang saya lupa mereknya, pabriknya ada di jalan Pahlawan Bogor) yang tidak melibatkan fermentasi yang lama, akan tetapi tetap saja lebih dari 3 hari dan riskan terbentuk minuman beralkohol.

 

Dengan informasi yang saya berikan ini saya minta kepada saudara-saudaraku untuk berhati-hati dengan jus mengkudu karena bisa jadi itu bukan jus tapi minuman beralkohol yang memabukkan dan tentu saja haram diminum!. Beberapa ciri dapat diamati: pada waktu dibuka botolnya keluar bunyi dan gas, baunya disamping bau khas buah mengkudu juga bau minuman keras yang khas.

 

Insya Allah dalam waktu dekat saya akan kumpulkan jus mengkudu yang ada di pasaran dan akan diuji berapa kadar alkoholnya agar diketahui merek mana saja yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam. Setelah cukup bukti bahwa jus-jus ini bersifat memabukkan maka akan saya bawa persoalan ini ke Komisi Fatwa MUI agar melarang pembuatan jus mengkudu secara fermentasi. Pembuatan jus mengkudu tanpa fermentasi dan hasilnya berkhasiat adalah tantangan bagi para ahli, insya Allah, semoga Allah membantu kami.

 

Saya minta informasi ini disebarluaskan agar umat Islam berhati-hati dalam memilih jus mengkudu ini, jangan sampai salah pilih, jika ragu mintalah teman nonmuslim untuk mencobanya dulu, tanyalah apakah ini minuman beralkohol atau bukan, jika ragu-ragu maka tinggalkan!!, lebih baik beli buah mengkudunya, campur air secukupnya lalu diblender, disaring dan diminum langsung jusnya, sisanya disimpan di kulkas, bisa diminum besoknya dan lusanya, paling tidak bisa disimpan sampai tiga hari.

 

Anton Apriyantono

Staf Pengajar Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi IPB, Bogor

Dari: swaramuslim.net

 

 Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya
keladi tikus
 

Keladi  Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem  pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker,  menghambat pertumbuhan sel  kanker termasuk melawan duplikasi sel  ganas, mereduksi  radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb).

Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti  lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus).  Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar). Minumlah kapsul keladi tikus hanya bila tidak sempat membuat jus-nya saja. Selain itu keladi tikus tidak bisa dibuat jamu godog karena efektifitasnya akan turun drastic (hilang). Anda juga bisa budidaya sendiri dengan mudah

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta