naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Baner

Halia

Zingeber officinale, Rosc.)

Sinonim :

Familia :
Zingiberaceae

Uraian :
Halia (Zingeber officinale) adalah tumbuhan liar di ladang-ladang yang mempunyai kadar tanah agak basah (lembab) dan banyak memperoleh sinar matahari. Halia termasuk jenis tumbuhan herba menahun. Ciri-ciri tumbuhan ini antara lain mempunyai batang tegak, bearakar serabut dan berumbi dengan rimpang mendatar. Sedang besar kecilnya rimpang tumbuhan halia sangat ditentukan oleh varitasnya. Rimpang halia berkulit agak tebal membungkus daging umbi yang berserat dan mempunyai warna coklat dengan aroma khas. Bentuk daunnya berbentuk bulat panjang dan tidak begitu lebar. Bunganya berbentuk malai dan mempunyai 2 kelamin serta mempunyai 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga Halia muncul pada ketiak daun dengan posisi duduk. Halia merupakan tumbuhan daerah subtropis sampai tropis dan cocok ditanam pada daratan rendah sampai daaran tinggi (1500 meter di atas permukaan laut). Halia berbatang basah dan diduga berasal dari RRC dan India. Halia dapat mencapai ketinggian berkisar 0,75-1 meter.

Nama Lokal :
Ginger (Inggris), Halia (Indonesia), Jae (Jawa), Jahe(Sunda); Jae, Jahya (Bali), Sipodeh (Minang), Melito (Gorontalo); Jhai (Madura), Lia (Flores), Goraka (Ternate), Late (Timor);

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Reumatik/Encok, Impoten, Keracunan udang, Pegal, Batuk; Sakit pinggang, Sakit Kepala, Mencret dan muntah-muntah;

Pemanfaatan :

1. Reumatik dan Encok

    a. Bahan: rimpang umbi halia secukupnya

       Cara membuat: dibakar, kemudian dicuci bersih dan diparut

       Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit dan

       dilakukan secara teratur sampai sembuh.

 

    b. Bahan: 4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 2 rimpang umbi

       lengkuas sebesar ibu jari dan 2 sendok makan buah cengkeh

       kering.

       Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus dan

       ditambah dengan 2-3 sendok makan air tajin.

       Cara menggunakan: dioleskan sebagai obat gosok pada bagian

       yang sakit dan dilakukan 3-5 hari secara berturut-turut.

 

2.  Mencegah Impoten

     Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis, 1

     butir telur ayam kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 sendok

     makan kecap, 1 sendok makan madu, dan seujung sendok teh

     bubuk merica.

     Cara membuat: umbi halia diparut dan diperas dengan 1 gelas air

     masak, kemudian disaring; jeruk nipis dibelah dan diperas untuk

     diambil airnya; telur ayam mentah dipecah dan diambil kuningnya;

     kemudian dioplos dengan semua bahan lainnya dan diaduk sampai

     merata.

     Cara menggunakan: diminum 1 kali seminggu dilakukan secara

     teratur

 

3. Keracunan Udang

    Bahan: 3-7 rimpang halia sebesar ibu jari dan minyak tanah.

    Cara membuat: umbi halia diparut dan ditambah minyak tanah

    secukupnya.

    Cara menggunakan: dioleskan pada bagian badan yang terasa gatal.

 

4. Sakit Pinggang dan keseleo

    Bahan: 4-8 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan buah asam jawa

    yang sudah masak secukupnya.

    Cara membuat: umbi halia diparut dan campur dengan buah asam

    jawa sampai merata.

    Cara menggunakan: dioleskan (bobok) pada bagian badan yang

    terasa sakit.

 

5. Capai dan Pegal-pegal

    a. Bahan:  2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari dan susu perah

       secukupnya.

       Cara membuat:  umbi halia dibakar dan dibersihkan,  kemudian

       direbus bersama dengan susu perah.

       Cara menggunakan:  diminum biasa.

 

    b. Bahan: 2 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 rimpang kencur

       sebesar ibu jari, 1 ikat daun kemangi, 1 genggam beras yang

       sudah direndam air dan sedikit garam dapur.

       Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis)

       bersama-sama.

       Cara menggunakan: dioleskan sebagai param.

 

    c. Bahan: 3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, tepung terigu

       secukupnya, dan 1 potong asam jawa yang sudah masak.

       Cara membuat: umbi halia diparut, kemudian ditambah tepung

       terigu dan asam jawa untuk dibuat adonan dengan ditambah air

       hangat secukupnya.

       Cara menggunakan: dioleskaskan sebagai param.

 

6. Sakit Kepala

    Bahan: 2-3 lbar daun halia;

    Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah sedikit air.

    Cara menggunakan: digunakan sebagai kompres dahi. Sakit

    Pinggang dan keseleo.

 

7. Batuk

    a. Bahan: 2-3 rimpang umbi halia sebesar ibu jari.

       Cara membuat: direbus dengan 2 gelas air sampai  mendidih

       hingga tinggal 1 gelas.

       Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

 

    b. Bahan: 3-4 rimpang umbi halia sebesar ibu jari, 1 butir jeruk nipis,

       1 sendok teh kayu putih.

       Cara membuat: umbi halia diparut, jeruk nipis dibakar dan diperas

       untuk diambil airnya, kemudian semua bahan tersebut dicampur

       dan diremas-remas.

       Cara menggunakan: dioleskan pada bagian dada anak balita yang

       sakit pada pagi dan sore hari setelah mandi atau menjelang tidur.

 

8. Mencret dan Muntah-muntah.

    a. Bahan: rimpang umbi halia secukupnya, bunga dan buah pala

       secukupnya, jintan putih secukupnya, 1 gelas santan kelapa, 1

       sendok the minyak kayu putih.

 

    b. Cara membuat: semua bahan tersebut ditumbuk halus (dipipis),

       kemudian dicampur dengan santan kelapa dan minyak kayu putih

       sampai merata.

 

    c. Cara menggunakan: digunakan sebag

 

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Zat-zat yang terdapat pada halia (Zingeber officinale) terutama rimpangnya, antara lain mengandung minyak atsiri, damar, mineral, sineol, fellandren, kamfer, borneo, zingiberin, zingiberol, gingerol, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A dan protein.

 Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya
keladi tikus
 

Keladi  Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem  pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker,  menghambat pertumbuhan sel  kanker termasuk melawan duplikasi sel  ganas, mereduksi  radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb).

Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti  lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus).  Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar). Minumlah kapsul keladi tikus hanya bila tidak sempat membuat jus-nya saja. Selain itu keladi tikus tidak bisa dibuat jamu godog karena efektifitasnya akan turun drastic (hilang). Anda juga bisa budidaya sendiri dengan mudah

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta