naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Baner

Pare

(Momordica charantia L.)

 

Sinonim :
= M.balsamina, Blanco. = M.balsamina, Descourt. = M.cylindrica, Blanco. = M.jagorana C.Koch. = M.operculata, Vell. = Cucumis africanus, Lindl.

Familia :
Cucurbitaceae

Uraian :
Pare banyak terdapat di daerah tropika, tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar, untuk diambil buahnya. Tanaman ini tidak memerlukan banyak sinar matahari, sehingga dapat tumbuh subur di tempat-tempat yang agak terlindung. Tanaman setahun, merambat atau memanjat dengan alat pembelit atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak. Batang berusuk lima, panjang 2-5 m, yang muda berambut rapat. Daun tunggal, bertangkai yang panjangnya 1,5-5,3 cm, letak berseling, bentuknya bulat panjang, dengan panjang 3,5-8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkal berbentuk jantung, warnanya hijau tua. Taju bergigi kasar sampai berlekuk menyirip. Bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, berwarna kuning. Buah bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit. Warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan 3 katup. Biji banyak, coklat kekuningan, bentuknya pipih memanjang, keras. Ada 3 jenis tanaman pare, yaitu pare gajih, pare kodok dan pare hutan. Pare gajih berdaging tebal, warnanya hijau muda atau keputihan, bentuknya besar dan panjang dan rasanya tidak begitu pahit. Pare kodok buahnya bulat pendek, rasanya pahit. Pare hutan adalah pare yang tumbuh liar, buahnya kecil-kecil dan rasanya pahit. Untuk memperoleh buah yang panjang dan lurus, biasanya pada ujung buah yang masih kecil digantungkan batu. Daun dari pare yang tumbuh liar, dinamakan daun tundung. Daun ini dikatakan lebih berkhasiat bila digunakan untuk pengobatan. Daun dan buahnya yang masih muda dimakan sebagai lalab mentah atau setelah dikukus terlebih dahulu, dimasak sebagai sayuran, tumis, sambal goreng, gado-gado, dan sebagainya. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk membunuh serangga. Perbanyakan dengan biji.

Nama Lokal :
Paria, pare, pare pahit, pepareh (Jawa). Prieu, peria, foria,; Pepare, kambeh, paria (Sumatera). Paya, paria, truwuk, ; Paita, paliak, pariak, pania, pepule (Nusa tenggara). Poya, ; Pudu, pentu, paria belenggede, palia (Sulawesi). Papariane,; Pariane, papari, kakariano, taparipong, papariano, popare, pepare;

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Batuk, radang tenggorokan, Sakit Mata merah, Demam, malaria.; Menambah napsu makan, kencing manis, Rhematik, Sariawan; Bisul, Abses, Demam, malaria, sakit lever, sembelit, cacingan;

Pemanfaatan :

BAGIAN YANG DIPAKAI: Buah, biji, bunga, daun dan akar.

 

KEGUNAAN:

Buah:

  • - Batuk, radang tenggorok (pharyngitis).
  • - Haus karena panas dalam.
  • - Mata sakit dan merah.
  • - Demam, malaria.
  • - Pingsan karena udara panas (heatstroke).
  • - Menambah napsu makan.
  • - kencing manis.
  • - Disentri.
  • - Rheumatism, rematik gout.
  • - Memperbanyak air susu (ASI).
  • - Datang haid sakit (dismenorrhoea).
  • - Sariawan.
  • - lnfeksi cacing gelang.

 

Bunga:

  • - Pencernaan terganggu

 

Daun:

  • - Cacingan.
  • - Luka, abses, bisul.
  • - Erysipelas.
  • - Terlambat haid.
  • - Sembelit, menambah napsu makan.
  • - Sakit lever.
  • - Demam.
  • - Melancarkan pengeluaran ASI.
  • - Sifilis, kencing nanah (Gonorrhea).
  • - Menyuburkan rambut pada anak balita.

 

Akar:

  • - Disentri amuba.
  • - Wasir.

 

Biji:

  • - Cacingan.
  • - Impotensi,
  • - Kanker.

 

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 15-30 g di juice atau di rebus.

Pemakaian luar. Buah atau daun secukupnya digiling halus, untuk pemakaian setempat pada luka bakar, bisul, abses, eksim, digigit serangga, biang keringat (miliaria), melancarkan pengeluaran ASI, dan sebagainya.

 

CARA PEMAKAIAN:

1. Haus karena panas dalam, demam, heat stroke:

    Satu buah pare mentah yang masih segar dicuci bersih, lalu dibelah.

    Buang isinya, potong-potong secukupnya, lalu direbus dengan 3

    gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring,

    minum.

 

2. Diabetes:

    a. 200 g buah pare segar dicuci bersih lalu diblender. Tambahkan

       air minum secukupnya, lalu diperas dengan sepotong kain sampai

       terkumpul sebanyak 50 ml (seperempat gelas). Perasan

       dihangatkan dengan api kecil selama 15-30 menit. Setelah dingin

       diminum, lakukan setiap hari.

 

    b. 200 g buah pare dicuci bersih lalu diiris tipis-tipis. Rebus dengan

       3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring,

       minum, Lakukan setiap hari.

 

3. Disentri.

    Buah pare segar dicuci lalu dibelah, isinya dibuang. Parut atau

    dijuice, airnya diminum. Segera minum air matang. Satu kali minum

    200 cc.

 

4. Disentri amuba, diare:

    Ambil akar pare yang masih segar sebanyak 30 g. Dicuci bersih lalu

    dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai

    tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan gula pasir

    secukupnya lalu diminum.

 

5. Cacingan pada anak:

    a. Daun segar sebanyak 7 g, diseduh dengan 1/2 cangkir air panas.

       Setelah dingin disaring, tambahkan 1 sendok teh madu. Aduk

       sampai merata, minum sekaligus sebelum makan pagi.

 

    b. Ambil dua sampai tiga biji pare. Giling sampai halus, aduk dengan

       sedikit air masak. Minum, disusul dengan minum air hangat.            

       Ramuan ini untuk pengobatan infeksi cacing gelang.

 

6. Menyuburkan rambut yang tipis dan kemerahan:

    a. Ambil segenggam daun pare, cuci bersih. Daun kemudian

       ditumbuk sampai seperti bubur, tambahkan air 3/4 gelas. Ramuan

       ini kemudian diembunkan semalaman. Pagi-pagi ramuan ini

       disaring, airnya dipakai untuk membasuh kulit kepala.

 

    b. Ambil daun pare yang masih segar secukupnya, lalu dicuci bersih.

       Daun pare tadi ditumbuk sampai halus, lalu diperas dengan

       sepotong kain. Airnya dipakai untuk melumas kulit kepala.

       Lakukan setiap hari. Ramuan ini terutama digunakan untuk bayi

       dan anak balita.

 

7. Bisul, abses:

    Ambil segenggam daun pare, cuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas

    air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum.

 

8. Demam, malaria, sakit lever, sembelit, cacingan:

    Segenggam penuh daun pare dicuci bersih, lalu ditumbuk halus.

    Tambahkan 1 cangkir air matang, diaduk merata lalu disaring. Air

    saringannya ditambahkan sedikit garam, lalu diminum pada pagi hari

    sebelum makan.

 

9. Kencing nanah:

    6 lembar daun pare, 2 jari akar jayanti, 2 jari kulit kemboja, 1 jari

    rimpang temulawak, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong

    seperlunya. Rebus dengan 4 gelas

 

Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Pahit, dingin, Anti radang. Masuk meridian jantung, hati dan paru. Buah: Peluruh dahak, pembersih darah, menambah napsu makan, penurun panas, penyegar badan. Bunga: Memacu enzim pencernaan. Daun: Peluruh haid, pencahar, perangsang muntah, penurun panas. KANDUNGAN KIMIA: Daun: Momordisin, momordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat, saponin, vitamin A dan C serta minyak lemak terdiri dari asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan L.oleostearat. Buah: Karantin, hydroxytryptamine, vitamin A,B dan C. Biji: Momordisin.

 Menyembuhkan Kanker, Tumor, Kista dan Sel-sel Ganas Lainnya
keladi tikus
 

Keladi  Tikus : memperbaiki sistem pertahanan tubuh sehingga sistem  pertahanan mampu menghancurkan sel-sel kanker,  menghambat pertumbuhan sel  kanker termasuk melawan duplikasi sel  ganas, mereduksi  radikal bebas penyebab kanker, dan menghambat akibat buruk dari kemoterapi (rambut rontok, mual dsb).

Saran: Konsumsi – Minum Keladi Tikus Segar (Jus Keladi Tikus) telah terbukti  lebih efektif dibandingkan dengan semua produk hasil olahannya (extrak maupun plus).  Untuk itu usahakan Anda membuat Jus Keladi Tikus sendiri. Karena lebih manjur dan tidak perlu mengeluarkan biaya (sebenarnya mudah didapatkan di banyak tempat yang tumbuh liar). Minumlah kapsul keladi tikus hanya bila tidak sempat membuat jus-nya saja. Selain itu keladi tikus tidak bisa dibuat jamu godog karena efektifitasnya akan turun drastic (hilang). Anda juga bisa budidaya sendiri dengan mudah

 

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta