KOPI GUNUNG | ![]() | |
| Family | OLACACEAE | |
DeskripsiKandungan Buah kopi gunung yang sudah tua beratnya 6-18 g. Daging buahnya yang masih hijau, yang merupakan 64% dari berat buah segar mengandung air kira-kira 76%. Berat bijinya 0,8-2,8 g dengan kandungan airnya 10%. Daging buah dan bijinya yang kering masing-masing berisi 9,5% dan 10,7% protein, 4,5% dan 7,5% lemak, 70,8% dan 75,5% karbohidrat, 7,2% dan 3,7% serat, serta 1,9% clan 2,9% abu. Daya penyembuhan kembali cangkangnya tinggi, yaitu 73-85%. Kayunya berwarna coklat pucat kemerah-merahan, keras dan berat, tetapi konon tidak awet. Kopi gunung berupa rumpun atau potion yang tegak, tingginya 5-25(-30) m. Daunnya bervariasi bentuk dan ukurannya, dari jorong atau jorong-lonjong sampai bentuk lanset [(6,6-)7-15 (-22)] an x [(3-)4-6,5(-12)] cm; panjang tangkainya 5-7(-10) mm. Bunga-bunganya terletak pada bintil atau benjolan, sebanyak (2-) 5-15 kuntum per berkas; daun kelopaknya berbentuk cawan, memiliki 5-7 cuping pendek, diameternya kira-ki.ra 3 mm; daun mahkotanya (5-)6(-7) helai, bentuknya bundar telur-lanset, menyatu sampai setengahnya, (2-3) mm x (1-1,5) mm, warnanya hijau-putih; benang sarinya 5-7 helai. Buahnya berupa buah buni, bundar telur sungsang-jorong sampai agak lonjong, panjangnya [(1,5-)1,8-2(-2,5)] cm, diametemya [(1,2-)1,5-2] cm, kuning sampai oranye, menempel pada tangkainya yang kaku, panjangnya mencapai 8 mm; tebalnya daging buah (3,5-5,9) mm. Berbiji satu, berisi banyak albumen. | ||
ManfaatDaging buah dan biji kopi gunung dapat dimakan mentah, walaupun buahnya biasanya direbus agar rasanya lebih enak. Bijinya dapat juga disangrai. Kemungkinan untuk memroses biji atau daging buah kopi gunung belum diteliti. Kayunya digunakan untuk.tiang rumah. | ||
Syarat TumbuhKopi gunung tumbuh baik di d.ataran rendah atau dataran menengah (sampai 700 m dpl., jarang sampai 1400 m dpl.), di lokasi yang terlindung, dengan musim kering yang tidak begitu jelas. | ||
Pedoman BudidayaPerbanyakan Kopi gunung dapat diperbanyak dengan benih, tetapi perkecambahannya memakan waktu lebih dari 100 hari. Perbanyakan melalui cangkokan, yang memakan waktu sekitar 4 bulan sampai saat cangkokan dipotong, juga sering dilakukan. Akan tetapi, daya tahan hidup cangkokan jelek sekali; untuk memperbaiki pemulihan pertumbuhan mungkin perlu usaha mempertahankan kelembapan yang tinggi dengan cara pengembunan. Pengentenan celah (cleft grafting) baru-baru ini diketahui merupakan cara perbanyakan yang tinggi keberhasilannya dan kini digunakan untuk memperbanyak pohon induk terseleksi. Semainya tumbuh lambat, memerlukan waktu sekitar setahun sampai cukup untuk dienten. Karena kopi gunung ini belum dipelihara, apalagi dicoba sebagai tanaman kebun buah, hampir tak ada pengetahuan mengenai kebutuhan-kebutuhan untuk membudidayakannya. | ||
Pemeliharaan-- | ||
Hama dan PenyakitTampaknya tak ada penyakit yang berbahaya, tetapi akarnya yang berada di atas permukaan tanah dapat dirusak oleh penggerek. | ||
Panen dan Pasca PanenBuah geluknya biasanya dipanen ketika buah baru saja menjadi tua tetapi masih hijau, walaupun umur panen yang tepat masih perlu dipelajari. Tak ada catatan tentang hasil produksinya yang nyata, tetapi beberapa pohon dapat berbuah lebat. | ||




