naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

 

[ Kembali ke KATALOG ]  


  KOL BRUSSEL
  Family   Brassicaceae
   
   
   
     
Deskripsi
Kol brussel (Brassica oleracea var. gemmivera DC.) atau Brussel Sprouts tidak lain adalah kubis tunas. Yang dikonsumsi manusia dari tanaman ini adalah tunas-tunas yang tumbuh di samping pohon dari bawah sampai atas. Bentuknya seperti kubis kepala, tetapi ukurannya lebih kecil dengan diameter sekitar 2,5-5 cm. Tanaman ini pertama kali diusahakan di Brussel, Belgia.
Manfaat
Sayuran
Syarat Tumbuh
Kol brussel tumbuh baik di daerah yang sejuk atau dingin. Di samping itu, kol brussel juga menghendaki tanah yang subur clan gembur, tidak tergenang air pada musim hujan serta cukup air pada musim kemarau. Keasaman tanah atau pH yang baik untuk pertumbuhannya adalah 6 - 6,8.
Pedoman Budidaya
PERSEMAIAN Kol brussel dikembangbiakkan dengan biji. Sehingga untuk mendapatkan pertumbuhan clan produksi yang baik, dibutuhkan benih yang baik pula. Benih kol brussel dapat diperoleh di toko saprotan atau di distributor benih. Sebelum ditanam, benih harus disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di kotak persemaian atau di bedengan yang diberi naungan. PENGOLAHAN TANAH Tanah yang hendak digunakan dicangkul atau dibajak, kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 5 kg/m². Setalah tercampur dengan pupuk kandang, tanah itu kemudian dibuat bedengan dengan lebar 120 cm atau lebih, panjang sesuai keadaan lahan, dan jarak antarbedengan 30 cm. PENANAMAN Bibit dapat ditanam setelah berumur 3-4 minggu di persemaian. Jarak tanam yang digunakan disesuaikan dengan varietas, biasanya antara 60 sampai 90 cm.
Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan tergantung keadaan : hujan atau tidak. Jika tidak ada hujan, penyiraman dapat dilakukan pagi atau sore hari. Biasanya tidak semua tanaman yang ditanam itu tumbuh baik, bahkan kadang-kadang ada yang mati. Sehingga perlu penyulaman untuk menggantikan tanaman tersebut. Penyulaman sebaiknya dilakukan paling lambat seminggu setelah tanam agar diperoleh pertumbuhan yang seragam. Pendangiran tanah perlu dilakukan agar tanah tetap gembur. Pendangiran dapat dilakukan bersamaan dengan penyiangan rerumputan liar 2 minggu sekali. Tanaman yang ditanam pada tanah ringan yang kekurangan bahan organik perlu dipupuk dengan NPK sebanyak 100 -125 kg/ha atau dengan Urea 225 kg, DS 500 kg, clan ZK 170 kg. Pada tanah berat, pemberian pupuk P lebih banyak dengan perbandingan NPK = 1:2:1.
Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit pada kol brussel hampir sama dengan hama dan penyakit yang sering menyerang kubis kepala. Akan tetapi, ada satu jenis penyakit yang khusus menyerang kol brussel saja, yaitu noda hitam pada tunas. Penyebab penyakit ini adalah jamur Mycosphaerella brassicicola (Duby) Oudem. Nodanya berbentuk lingkaran, berwarna abu-abu kecokelatan, clan berdiameter 2 mm atau lebih. Di luar noda biasanya ada lingkaran konsentris (terpusat) dengan bintik-bintik hitam. Bintik-bintik hitam itu sering terdapat di seluruh lingkaran. Sehingga warna noda menjadi hitam. Penyakit ini bisa dicegah dengan pemangkasan atau pemetikan tunas yang-terserang secepat mungkin.
Panen dan Pasca Panen
Kol brussel dapat dipanen setelah berumur 3-3,5 bulan setelah ditanam. Panen sebaiknya dilakukan berulang kali dari bawah (yang sudah besar atau sudah siap dipanen lebih dahulu), kemudian di atasnya, dan seterusnya sampai habis. Panen bisa juga dilakukan dengan cara lain, yaitu memotong batang paling bawah. Di tempat tertentu (misalnya di dalam tumah), tunas dapat dipetik dengan tangan atau alat pemetik tunas. Apabila tunasnya besar, hasil panen dapat mencapai 10 ton/ha.

 

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta