naturindonesia.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

 

[ Kembali ke KATALOG ]  


  KEPUNDUNG (MENTENG)
  Family   EUPHORBIACEAE
   
   
   
     
Deskripsi
Berbentuk pohon, tingginya 15-25 m, diameternya 25-70 cm, tajuknya padat dan tak teratur. Daunnya bundar telur-lonjong sampai bundar telur sungsang, berukuran (7-18) cm x (37) cm, berkelenjar, bertangkai daun 0,5-4,5 cm panjangnya, penumpunya segitiga. Perbungaannya muncul dari cabang tua atau dari batang; tandan jantan panjangnya 5-12 cm, tersusun atas banyak sekali bunga yang berkelompok tiga-tiga, berbentuk payung menggarpu, berbulu lebat, bunga jantan kecil-kecil sekali, daun kelopaknya 4-5 helai, benang sarinya 4-8 utas; tandan betina berukuran panjang 10-20 cm, bunga betina sendiri-sendiri atau berkelompok, berukuran agak besar, daun kelopak 5 helai, bakal buah beruang 3-4. Buahnya berdiameter 2-2,4 cm, berwarna hijau kekuning-kuningan atau kemerah-merahan. Dalam B, racemosa dibedakan adanya dua forma: yang satu daging buahnya putih (menteng), dan yang satu lagi daging buahnya merah (bencoy); kedua forma ini memiliki buah yang asam dan yang manis rasanya; buah yang manis sangat disenangi oleh konsumen.
Manfaat
Jenis ini dipelihara, terutama untuk hasil buahnya. Buah yang segar mungkin dapat lebih populer jika kultivar yang rasanya asam diganti dengan yang manis, dan jika dagingnya tidak menempel kepada bijinya (karenanya biji sering ditelan). Buahnya juga dimanfaatkan untuk setup; mungkin dijadikan asinan, atau difermentasi menjadi anggur. Sebagian besar jenis Baccaurea menghasilkan kayu yang baik sekali, merupakan produk utama berbagai jenis minor, walaupun untuk beberapa jenis buahnya dapat dimakan juga. Kayunya digunakan untuk bangunan rumah, perahu, dan mebel. Selain itu, sama halnya dengan pohon-pohon kauliflora lainnya, Baccaurea dianggap sebagai pohon perambat yang baik untuk rotan. Jenis-jenis yang dibudidayakan membentuk tajuk yang bagus dan dapat dimanfaatkan juga sebagai tanaman hias dan pohon pelindung. Kulit kayu beberapa jenisnya, dengan dicampur berbagai ramuan, digunakan untuk mewarnai sutra menjadi kuning, merah, atau lembayung muda, melalui proses pewarnaan yang dalam bahasa Melayu disebut 'pekan'. Kulit kayu ini digunakan juga untuk mengobati mata bengkak.
Syarat Tumbuh
Habitat alami Baccaurea adalah hutan tropik dataran rendah, dari hutan Dipterocarpaceae sampai hutan rawa-gambut. Tumbuh baik di hutan tropik dataran rendah lembap, lebih sering tumbuh di bawah 500 m dpl., walaupun pohon liar dijumpai pula sampai ketinggian 750 m dpl. (rambai) dan 1.000 m dpl. (kapundung). Satu-dua jenis minor tumbuh di atas. 1.000 m dpl. Pohon-pohonnya dijumpai pada tipe-tipe tanah yang luas variasinya, dari tanah pasir yang kering sampai rawa gambut, tetapi jenis-jenis ini tampaknya bereaksi baik terhadap tanah yang lebih baik; rambai menyenangi tanah aluvial di dekat sungai atau di tempat-tempat yang mudah terjangkau air.
Pedoman Budidaya
Pencangkokan harus dilakukan pada pohon betina untuk memastikan bahwa pohon hasil perbanyakan itu akan menghasilkan buah. Penyambungan, juga dapat dilakukan dan sering dilaksanakan pada batang bawah rambai. Jarak tanam umumnya 7-9 m. Belum ada informasi yang diterbitkan mengenai teknik penanaman.
Pemeliharaan
--
Hama dan Penyakit
Belum ada informasi pemberantasan hama dan penyakit.
Panen dan Pasca Panen
-

 

 

 

 

Free Logo Maker and Logo Design By LogoSnap.com
Logo Maker
Loading
free counters
Free counters

Website saya nilaiRp 40.88 Juta